"Assalamu'alaykum..." salam selembut dan semanis mungkin yang kutujukan untuk suami dan putra ketigaku saat sepulang dari kantor hari senin kemarin karena kepulanganku yang melewati jam pulang seperti biasanya, tiba di rumah sekitar pukul 18.30. Kudatangi pangeran kecilku yang sedang sibuk dengan gawainya, menonton siaran youtube kidz. Aku cium pipi kanannya yang chubby dan menggodaku untuk mendaratkan gigitan kecil di sana. "Lho..., Dedek panas ya" tanyaku saat merasakan suhu tubuhnya yang tak biasa. Lalu kutempelkan punggung tanganku ke leher dan dahinya, dan memang suhu tubuhnya yang meninggi. "Dedek sakit ya, yang sakit yang mana" tanyaku kemudian. Dengan datarnya yang masih sibuk dengan gawainya si dedek menjawab "Dak tok, dak atit". Tepok jidat dah, ini bocah ngerti kagak yah...
Esoknya saat aku berkumpul santai sambil mengobrol dengan ibu dan adik perempuanku, menanyakan apakah putra ketigaku masih demam, karena tidak ada tanda-tanda sakit seperti batuk, flu atau panas dalam. Tiba-tiba dalam obrolan kami, adik perempuanku menyeletuk, "jangan-jangan panasnya karena disapih, mbak". Seketika aku teringat itu, karena sejak minggu malam drama penyapihan untuk putra ketigaku terjadi. Malam itu, saat aku melancarkan aksi penyapihan untuk putra ketigaku, aku mulai dengan mengajaknya bermain sampai puas sehingga rasa lelah menggelayutinya, aku sodorkan susu sebotol dan kemudian habislah susu sebotol penuh tidak lebih dari 2 menit. Setelah rasa kantuk melanda, kumulai dramanya (skip ya, chat pribadi aja buat yang kepo tingkat dewa, hahahahahah), sehingga terlihat bahwa si Dedek tidak bisa menyusu karena aku sakit. Malam itu berlangsung ramai lancar (jalan tol kaleee....)
By the way any way busway, apa hubungannya demam si dedek dengan penyapihan, aku pikir itu mitos belaka. Namun saat aku kait-kaitkan antara kedekatan seorang ibu dengan anaknya, mestinya ada. Seperti orang dewasa ketika menginginkan sesuatu namun tidak kesampaian, ada yang berakibat sampai terbawa mimpi bahkan demam tinggi dan mengigau. Terlebih putra ketigaku ini, bobo sepanjang malam selalu dengan emaknya ini, heheheh. Bobonya berbantalkan lenganku sambil kupeluk, itu terjadi dari bayi bisa merangkak sampai sekarang. Jelas banget dampaknya terasa saat menjelang tidur, kata orang jawa "ngosek". Apalagi si dedek ini usianya telah memasuki 34 bulan. Amaaziingg ga sich, udah gede hampir 3 tahun...
Nah... ini nich sedikit ulasannya, apa hubungannya antara Demam dan Penyapihan. Penyapihan adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara
berangsur-angsur atau sekaligus. Proses tersebut dapat disebabkan oleh
berhentinya sang anak dari menyusu pada ibunya atau bisa juga
berhentinya sang ibu untuk menyusui anaknya atau bisa juga keduanya
dengan berbagai alasan. Masa menyapih merupakan pengalaman
emosional bagi sang ibu, anak juga sang ayah, dimana dari 3 pihak tadi
(Ibu-Ayah-Anak) merupakan ikatan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Seorang ayah juga berperan dan memberikan pengaruh tersendiri dalam
proses menyusui. Sebetulnya tidak ada ketentuan khusus atau batasan
khusus kapan dan waktu yang tepat untuk menyapih seorang anak, artinya
tidak ada aturan bahwa pada umur sekian anak harus disapih dari ibunya. Karena hubungan emosional inilah, sampai munculnya beberapa gejala seperti demam, anak menjadi susah makan, rewel, merengek ingin menyusu, bahkan ada yang sampai diare. So.... sebagai ibu jangan galau, melo bahkan rebyek ketika proses ini ya, ingat ya, tenang dan sabar...
Dalam Alquran disebutkan, masa menyusui dalam ajaran Islam adalah dua tahun. Firman Allah SWT, "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS al-Baqarah [2]: 233). Namun tak ada salahnya jika si ibu tak sampai dua tahun dalam menyusui bayinya. Menyusui sampai bayi berumur dua tahun hanyalah sebatas anjuran, bukan kewajiban. Ini diterangkan dalam penghujung ayat tersebut, "Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya." (QS al-Baqarah [2]: 233). Menyusui selama dua tahun disebut sebagai bentuk maksimalnya perhatian orang tua kepada bayinya. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS Luqman [31]: 14).
Selain menyusui yang menjadi anjuran seorang ibu sebagai kewajiban orang tua kepada anak, adalagi yang menajadi Sunnah yang diutamakan, yaitu Sunnah Aqiqah. Sebagaimana tersampaikan dari hadist berikut ini : dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Mengaqiqahi seorang anak adalah salah satu Hadiah di hari Lahir bagi putra-putri kita. Salah satu bentuk kecintaan kepada buah hati yang kita nanti-nanti. Mempercayakan aqiqah putra-putri kita, orang tua, saudara, teman maupun diri sendiri ke Jasa Aqiqah Terpercaya salah satu pilihan yang tepat buat kita, yang menghendaki ada acara semacam UNDANGAN AQIQAH maupun acara kekeluargaan saja. Jasa aqiqah yang menyediakan paket lengkap, menu yang mantap rasa dan variannya, paket acara tasyakuran, pelayanan yang ramah dan professional, kemudahan pesanan yang tentunya "online.... online.....". Terlebih di era serba digital, bahkan untuk sekedar melepas dahaga saja, rela untuk merogoh kocek lebih dalam demi yang namanya ngopi, hahahahah..... Percayakan kesempatan sekali seumur hidup untuk orang tercinta dengan layanan terbaik.
Comments
Post a Comment